“Saat Ran mengerti apa itu cinta, dan mungkin Ran
sudah menemukan siapa cinta Ran sesungguhnya, nggak pernah Ran berfikir, kalo
Ran harus bisa melepas semuanya dengan tangan terbuka. Makasih semua, udah
ngajarin Ran tentang indahnya cinta. Ran janji, suatu saat nanti, Ran akan
kembali ke tengah tengah kalian. Tidak Ken, tidak Gara, dan tidak Yoga.
Ran pergi, tanpa menggandeng cinta dari seorang lelaki. Tapi kini Ran mengerti.
A Miracle of Hana, adalah cinta yang Ran rasakan pada Yoga, yang sampai saat
ini belum bisa terungkap. Namun Ran janji, suatu saat nanti, Ran akan menjemput
keajaiban itu tanpa Yoga tahu, agar Yoga bisa mengerti, bahwa Ran juga sangat
mencintai Yoga. Ran pasti kembali” –Ran.
Dunia
Untuk Ran *2
Terlihat Ran dan Tata berjalan menuju
pintu pagar sekolah
saat setelah bel pulang mengudara sekitar 15 menit yang lalu.
“Ta, kamu pulang bareng siapa sekarang? Aku ikut, boleh?” Ran membujuk Tata, namunu
bujukan itu tidak tepat pada waktunya.
“Maaf Ran. Aku pulang di jemput Zaky.”
“Aku sama siapa?”
“Aku ngga
tahu Ran.” Tata melihat ke arah Zaky di seberang
jalan. “Ran, aku pulang dulu ya. dadah…” Tata lalu pulang.
Ran berdiri
sendiri di pinggir jalan. Disaat yang beramaan, di
seberang jalan terlihat
pemuda yang nampaknya sedang mengintai sesuatu. Entah apa yang dintainya.
Apakah Ran yang sedang dia intai? Kalau memang benar Ran, pasti hanya Yoga yang
berani mengintai
Yoga menghampiri Ran dengan menaiki sepeda motornya. “Hai Ran,
belum pulang?”
“Iya, Tata
udah pulang duluan. Jadi, aku ngga tahu harus pulang bagaimana.” Jawab Ran
denan suara rendah dan kepala menunduk.
“Pulang bareng aku, mau nggak?”
Nyanyian Baru *1
“Hei Ga...”
Teriak Rafa saat menhampiri dan langsung menepuk pundah kanan Yoga.
Yoga
sontak langsung terkejut dan mengusap-usap dadanya. Rasanya denyut nadinya
sudah tidak dapat diatur lagi. Sepertinya sudah melebihi batas normal denyut
nadi per detik.
“Bagaimana liburanmu
di Jakarta? Menaarik?”
Tegur Rafa yang sedikit mengganggu konsentrasi Yoga. Jelas saja mengganggu,
karena Rafa datang disaat Yoga sedang membaca komik Naruto kesukaannya.
“Ah! Kamu
ini membuat jantungku hampir lepas.” Sesaat Yoga mengatur napasnya.
“Maaf
mungkin aku sengaja.” Rafa tertawa setelah melihat Yoga tiba-tiba berubah pucat
setelah ia kagetkan. “Ayo jawab pertanyaanku! Bagaimana liburanmu di Jakarta?”
“Tidak ada yang istimewa di Jakarta.” Yoga menjawab dengan wajah acuh tak acuh. Mungkin
dengan rasa sedikit kesal karena perbuatan Rafa padanya.
